Translate

Tampilkan postingan dengan label Romance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Romance. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 September 2015

When Harry Met Sally (1989)



Starring: Billy Crystal, Meg Ryan, Steven Ford, Carrie Fisher, Bruno Kirby


Sebuah film romantis sepanjang masa. Sebuah film yang membuktikan bahwa pria dan wanita tidak akan bisa menjadi teman. Sebuah film yang wajib ditonton. When Harry Met Sally bersetting tahun ’70-an. Pertemuan pertama Harry Burns (Billy Crystal) sibuk bermesraan dengan pacarnya yang juga teman Sally Albright (Meg Ryan). Kemudian berdua Harry dan Sally melakukan perjalanan darat dari Chicago ke New York, perdebatan tidak bisa dihindarkan. Ketika Harry mengatakan akan ada ‘percikan’ bahkan ‘hubungan’ yang lebih antara pria dan wanita sehingga mereka tidak mungkin akan berteman terus, Sally bersikukuh bahwa itu tidak selalu terjadi. Sally punya banyak teman pria. Tapi Harry menolak menjadi salah satunya.
5 tahun kemudian. Tahun ’80-an, pertemuan kedua, Harry melihat Sally yang tidak berhenti berciuman dengan kekasihnya, Joe (Steven Ford). Kemudian, lagi-lagi di perjalanan, kali ini via udara, mereka saling bercerita, dan Sally sempat terkejut mendengar Harry akan segera menikah. Tapi Sally berfikir positif karena ia juga sudah punya pacar dan pasti akan segera menikah juga.
Di sela-sela film beberapa pasangan yang sudah sepuh bercerita tentang bagaimana mereka bertemu belahan jiwa mereka, tentang keajaiban jodoh. Seperti iklan dalam film. Bahwa setiap orang punya kisah asmara yang berbeda dan selalu saja menarik. Mulai dari yang sederhana hingga yang panjang, semuanya indah.
Pertemuan berikutnya, Harry ditinggal pergi istrinya, Sally putus dari Joe. Dari kesamaan itu lantas mereka pun mulai berteman. Semakin lama semakin dekat. Harry tahu segala hal tentang Sally demikian pula sebaliknya. Sally selalu menghibur Harry saat pria itu sedih mengingat kepergian istri yang sangat dicintainya pun Harry selalu mendengar curahan hati Sally setiap malam. Sally bahkan menjodohkan Harry dengan Marie (Carrie Fisher), sahabatnya. Sebaliknya, Harry juga menjodohkan Sally dengan Jess (Bruno Kirby), sahabatnya. Lucunya, dua sahabat itu tidak tertarik pada Sally maupun Harry. Marie malah merasa cocok dengan Jess. 
Suatu hari Sally merasa sangat sedih dan ingin Harry datang menghiburnya. Namun, bukan sekedar menenangkan, keduanya terbuai hingga terjadilah hubungan yang tidak dilakukan oleh seorang teman. Sejak itu pertemanan mereka berubah, menjadi semakin jauh dan jauh. Harry berusaha memperbaiki keadaan dan meminta maaf berulang kali tapi Sally tetap tidak bisa menerimanya. Lalu bagaimana? Bisakah mereka kembali berteman? Selalu waktu yang bisa menjawab. Namun film ini tidak usang dimakan waktu. Bahkan setelah lebih dari 25 tahun sejak pertama kali dirilis, film ini tetap apik dan selalu direkomendasikan. Sangat, sangat, bagusss.

Selasa, 25 Agustus 2015

This Means War (2012)

Starring: Chris Pine, Tom Hardy, Reese Witherspoon, Chelsea Handler

Film dibuka dengan aba-aba terhadap dua agen CIA tampan untuk bersiap menghadapi lawan dalam misi yang sangat rahasia. Tembakan demi tembakan berhasil membangunkan penonton bahwa film This Means War ini tidak main-main. Misi sukses meski tidak sepenuhnya karena satu kesalahan fatal hingga rahasia terkuak. Serta dendam pihak lawan yang cepat atau lambat harus dibayar. Atas kecerobohan mereka, kedua agen itu, FDR Foster (Chris Pine) dan Tuck (Tom Hardy) mendapat hukuman yakni dibebastugaskan untuk sementara waktu.
Di tempat lain Lauren (Reese Witherspoon) sibuk dengan produk yang hendak dipasarkannya. Lauren begitu mencintai pekerjaannya hingga ia lupa mencari seseorang yang mencintainya. Sahabatnya, Trish (Chelsea Handler) sudah sering mengingatkan namun Lauren tidak tahu harus mencari kemana. Kekonyolan terjadi saat Lauren bertemu mantan pacarnya dengan tunangannya. Dan kegemparan terjadi saat Lauren mengetahui kelancangan Trish yang mendaftarkannya di situs dating online.
Kemarahan Lauren mereda saat ia melihat seorang pria, tampan, yang mengajaknya berkenalan. Mereka pun bertemu. Tuck, pria itu, bukan hanya tampan tapi juga cerdas dan dewasa, benar-benar sesuai dengan kriteria Lauren. Gadis itu tidak sabar menunggu pertemuan mereka berikutnya. Lalu, di tempat persewaan VCD, Lauren bertemu pria lain yang juga tampan namun kekanak-kanakan. FDR jengkel. FDR Foster memaksa Lauren menemuinya di sebuah pub, namun bukannya bersenang-senang keduanya malah saling mencaci, hingga Lauren kembali melihat mantan pacarnya, keadaan berbalik.
Jadi begitulah, Lauren pun berkencan dengan dua orang yang tanpa Lauren sadari keduanya bersahabat. Tuck dan FDR dengan penuh kesadaran bersaing mendapatkan Lauren, bagaimanapun caranya. Mereka yang membuat perjanjian ‘pria sejati’, tapi mereka juga yang melanggarnya. Peralatan canggih digunakan untuk mendeteksi keberadaan Lauren dan mendengar bahkan melihat pembicaraan dan gerak-gerik Lauren. Kocak dan menggemaskan melihat dua agen macho itu saling mengalahkan.
Sebuah kisah cinta yang berbeda. Dibubuhi adegan action yang cukup membangkitkan adrenalin tapi tetap kocak dan romantis. Intinya, jangan pernah memilih yang lebih baik tapi pilihlah yang bisa membuat pribadi kita lebih baik. Dan Lauren, keputusan yang sudah dibuatnya mendadak hilang menyaksikan Tuck dan FDR berkelahi. Belakangan diketahui perkelahian itu bukan disebabkan Lauren sepenuhnya. Lantas siapa yang akhirnya memenangkan Lauren? Tonton saja film ini, dijamin tidak bosan.

Jumat, 07 Agustus 2015

27 Dresses (2008)

Starring: Katherine Heighl, James Marsden, Malin Akerma, Edward Burns

Sejak kecil Jane begitu terobsesi dengan pernikahan. Hingga saat dewasa, Jane (Katherine Heighl) selalu, dengan senang hati membantu kawan-kawannya mempersiapkan pernikahan mereka. Bahkan Jane sudah menjadi pengiring wanita untuk 27 orang sahabat dan kerabatnya. Tidak cukup disitu, Jane juga selalu menyimpan kostum pengiring wanita di lemari khusus. Tidak wajar mengingat kostum-kostum itu aneh sehingga tidak mungkin bisa digunakan lagi. Tapi Jane sangat bahagia dengan semua itu. Ia percaya semuanya akan berguna kelak, saat Jane menikah. Hanya saja, Jane terlalu sibuk dengan pernikahan orang lain hingga melupakan dirinya yang masih sendiri.
Suatu malam Jane sibuk dengan pernikahan dua karibnya di dua tempat yang berbeda dengan kostum yang berbeda, tentu saja. Jane sama sekali seorang pria cute yang diam-diam memperhatikannya keluar-masuk venue dengan tergesa-gesa. Hingga Jane pingsan saat acara lempar bunga dan pria itu menolongnya. Mereka berkenalan dan Kevin Doyle (James Marsden), pria itu, bersikeras mengantar Jane pulang. Di dalam taksi mereka berdebat tentang pernikahan, Jane yang begitu antusias menjadi sewot dengan kesinisan Kevin. Hingga Jane tiba dirumahnya dan tidak menyadari buku agendanya tertinggal di taksi. Dengan senang hati Kevin mengambil dan mengamankan buku itu.
Tidak banyak yang tahu kekaguman Jane terhadap George (Edward Burns) melebihi kekaguman karyawan terhadap bosnya. Jane sudah melakukan apa saja untuk menarik perhatian George tapi pria itu sama sekali tidak peka. George menganggap apa yang dilakukan Jane wajar saja, namun semua berubah saat George bertemu Tess (Malin Akerman), adik Jane. George sangat senang bahkan mungkin jatuh cinta pada Tess. Yang membuat Jane sebal, adiknya itu terlihat juga begitu menyukai George. Tidak perlu waktu lama bagi dua orang kasmaran itu untuk melangkah lebih jauh. Tanpa mempedulikan perasaan Jane, yang dipaksa harus mempersiapkan pernikahan kedua orang yang dicintainya. Akan tetapi kesabaran Jane habis saat Tess memodifikasi gaun pengantin ibunya, sebuah kesalahan fatal bagi Tess.
Film komedi romantis yang dinamis. Bahwa Jane bukanlah malaikat, dan Tess tidak mau dianggap anak kecil selamanya. Bahwa pernikahan itu sakral, bukan bagi wanita saja tapi bagi pria juga. Bahwa membantu sesama itu baik asal jangan sampai melupakan diri sendiri. Ketika akhirnya Jane menyadari bahwa cintanya bukan George apakah belum terlambat? Kenapa wanita harus menunggu jika bisa mengungkapkan perasaannya lebih dulu? Drama yang menarik dengan beberapa adegan menggelikan yang cukup menghibur. Bagus.

Selasa, 07 Juli 2015

Eat, Pray, Love (2010)



Starring: Julia Roberts, Javier Bardem, Hadi Subiyanto, Tuva Novotny, Richard Jenkins

Berada di titik terberat dihidupnya membuat Elizabeth Gilbert (Julia Roberts) ingat pertemuannya dengan Ketut Liyer (Hadi Subiyanto) di Bali beberapa bulan yang lalu. Ramalan Ketut tentang Liz yang akan kehilangan semuanya sepertinya bakal terjadi. Liz benar-benar kacau, pernikahannya jauh dari bahagia, ia sudah tidak mencintai suaminya lagi, dan ia rela melakukan bahkan memberikan apa saja asal urusan perceraiannya bisa segera selesai. Liz juga ingat Ketut mengatakan ia akan kembali ke Bali.
Setelah melewati beberapa fase kegalauan, Liz bangkit dan memutuskan untuk melakukan perjalanan untuk menemukan ‘dirinya’ yang bahagia. Tujuan pertama adalah Italia, tempat makanan lezat berasal: pizza, spaghetti, sebutkan saja. Liz bahkan merasa lebih hidup saat bertemu Sofi (Tuva Novotny), seorang teman baru yang bersama pacar dan kawan-kawannya mengajarkan banyak hal tentang Italia pada Liz.
Kemudian Liz menuju India, dimana ia ingin menemukan kedamaian hati dan keseimbangan pikiran. Dengan berbagai meditasi Liz merasa ia akan menjadi manusia yang murni. Tapi, tidak semudah itu. Liz bahkan tidak bisa fokus dengan pikirannya sendiri. Meditasinya tidak pernah berhasil. Hingga ia bertemu dengan Richard from Texas (Richard Jenkins). Pria yang semula begitu menyebalkan ternyata dengan rendah hati mau mentransferkan ilmu yang luar bisa pada Liz.
Lalu di Bali, Liz kembali menemui Ketut. Dari Ketut, Liz belajar menerapkan aneka pelajaran yang didapatnya secara seimbang. Dan semuanya nyaris berantakan saat Liz bertemu Felipe (Javier Bardem). Pria itu berhasil mempesona Liz, membuat keseimbangan Liz goyah. Meski tidak bisa mengelak saat ditanya soal cinta tapi Liz tidak bisa menerima Felipe. Liz perlu waktu. Hingga Ketut meyakinkan bahwa cinta adalah bagian dari keseimbangan hidup itu sendiri.
Secara keseluruhan film ini sangat menarik. Pengambilan gambar yang apik di beberapa negara menjadi daya tarik tersendiri. Terlepas dari kisahnya yang sederhana tapi nyata, dan aktrisnya yang tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Film ini layak mendapat dua jempol. Bahwa kadang kita memang harus berani keluar dari zona nyaman untuk menemukan kenyamanan yang lain. Sangat menginspirasi. Sangat. Indah.

Jumat, 12 Juni 2015

What's Your Number (2011)


Starring: Anna Faris, Chris Evans, Ari Graynor, Dave Annable 

Berkisah tentang seorang gadis yang belum menemukan jodohnya di usianya yang cukup bahkan setelah ia berkencan dengan 20 pria. Survey di majalah yang mengatakan bahwa wanita tidak akan menikah jika ia sudah mencapai angka tersebut membuat Ally Darling (Anna Faris) cemas. Maka di sela-sela kegalauan dipecat dari tempatnya bekerja dan kesibukan mempersiapkan pernikahan Daisy Darling (Ari Graynor), adiknya, Ally mulai menghitung dan mencari kemungkinan siapa pria yang menjadi pasangannya. 
Bukan kebetulan jika kemudian Ally dekat dengan Colin Shea (Chris Evans), tetangganya. Mereka sama-sama berpengalaman dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis meski tidak selalu bertahan. Beberapa pertemuan membuat mereka mulai saling memahami hingga terjalinlah simbiosis mutualisme. Bukan untuk berkencan, hanya saling membantu. Menemukan pasangan untuk Ally selagi Colin bersembunyi dari para wanita yang dikibulinya. 
Jadi mulailah Ally menyusuri kembali kisah lamanya dengan 20 mantannya, yang gagal dan berharap bisa memperbaiki salah satu diantaranya demi agar tidak menambah angka menjadi 21. Sayangnya kemungkinan yang diharapkan semakin kecil, hampir nihil. Dan disaat Ally mulai lelah dan putus asa, Colin datang menghibur. Anehnya, percik itu muncul. Bersama Colin, getaran yang selama ini dirindukannya ketemu. Tak heran jika kemudian Ally berkeinginan untuk mengajak Colin ke pernikahan Daisy, tapi Daisy dan teman pengiring pengantin lainnya menolak kehadiran Colin. Mereka malah menyarankan Ally segera menjauhi Colin. 
Saat Ally berpikir, Jake Adams (Dave Annable), cinta pertama Ally yang hilang, datang. Selama ini Colin telah menyembunyikan Jake dan tiba-tiba perasaan Ally pada Colin berubah 180 derajat. Dan Ibu Ally yang perfeksionis begitu menyukai Jake yang santun dan berkelas. Dengan yayasan amal dan perusahaannya yang sedang berkembang, Jake menawarkan kehidupan yang mapan, sangat sempurna. Lantas, bagaimana Ally bisa menolaknya? 
Dikemas dengan ringan film ini kadang terlihat alay meski tetap menarik. Pada akhirnya, mencintai adalah menjadi dirimu sendiri bukan sekedar mengikuti apa kata orang lain. Pelajaran selalu ada bahkan dari kisah paling konyol sekalipun. Ally memilih cintanya untuk melengkapi hidupnya yang tidak sempurna. Nice!

Rabu, 18 Februari 2015

New York, I Love You (2008)

Starring: Andi Garcia, Natalie Portman, Orlando Bloom, Christina Ricci

Beberapa kisah cinta berlatar Kota New York terangkum indah dalam film ini. Menarik, bertabur banyak bintang, namun karena waktu yang terbatas, cerita seolah terpotong, tidak utuh. Mulai dari kisah pencuri yang dicuri, hingga cerita antara penulis dan pelacur. Apapun bisa terjadi di New York.
Sebagai salah satu kota terbesar di dunia, New York menjanjikan banyak hal. Tak heran jika banyak pendatang di kota itu. Tak jarang hal-hal yang dianggap mustahil terjadi disana. Seperti yang dialami seorang pemuda yang baru putus dan bingung akan datang ke prom night dengan siapa. Tidak ada yang mengira jika dia akan ditemani seorang aktris malam itu.
Pemuda yang lain hampir putus asa melanjutkan kontrak dengan studio karena ia dipaksa membaca buku setebal kasur. Lalu seorang wanita yang selama ini menghubungkannya dengan Si Bos datang untuk menyelamatkannya, siapa yang tahu jika kemudian mereka saling jatuh cinta.
Ada pula cerita tentang perayaan ulang tahun perkawinan ke-63 oleh sepasang suami istri yang begitu nyata. Bagaimana mereka marah dan sayang di saat yang bersamaan. Atau cerita tentang jatuh cinta pada orang asing, aneh, tapi ada.
Pada akhirnya semua kisah terhubung di kamera video seorang wanita yang suka merekam apa saja sepanjang perjalanannya di New York. Beberapa kisah lain juga hadir meski tidak selalu manis, ada getir tapi tetap ada hikmah yang bisa diambil. Bahwa diantara gemerlap New York ada cerita yang menyisip diantara gedung pencakar langit atau di area Central Park yang terkenal itu.

Sabtu, 27 Desember 2014

No Reservations (2007)

Catherine Zeta-Jones, Aaron Eckhart, Abigail Breslin, Patricia Clarkson


 
Meski disarankan atasannya untuk menemui ahli terapi setiap minggu tapi Kate (Catherine Zeta-Jones) selalu merasa dirinya baik-baik saja. Bukan sekedar hobi Kate sudah kecanduan memasak. Beruntung ia bisa bekerja sebagai Chef kepala di salah satu restoran terkenal di kota. Begitu perfeksionisnya, Kate tidak pernah mengharap pujian namun ia bisa sangat emosional menghadapi kritikan. Hingga ketika adiknya mengalami musibah kecelakaan, hidup Kate berubah seketika.
Mau tidak mau Kate harus menjaga Zoe (Abigail Breslin), keponakannya, setelah ditinggal mati ibunya. Zoe adalah bocah yang manis, namun ada trauma yang membuatnya merasa tidak diinginkan. Tentu saja hal itu tidak mempermudah Kate, ia berusaha keras demi Zoe. Mulai dari mendaftar dan antar-jemput sekolah, hingga memanggil baby sitter, serta menyiapkan makanan. Rasanya tidak ada yang benar, sampai satu titik Kate memutuskan mengajak Zoe ke restoran. Masalah lain muncul ketika Kate bertemu pria yang menempati posisinya di restoran.
Paula (Patricia Clarkson), pemilik restoran mengatakan, meski mampu membuka restorannya sendiri, tapi Nick (Aaron Eckhart), pria itu memilih untuk bisa bekerjasama dengan Kate. Ia salah satu penggemar berat Kate. Alih-alih tersanjung, Kate tidak bisa menerima alasan itu begitu saja. Namun melihat perhatian Nick pada Zoe, membuat Kate sedikit demi sedikit luluh, bahkan kagum pada saingannya itu. Apalagi Zoe sangat menyukai Nick, hingga memaksa Kate untuk mengundang Nick memasak dan makan malam bersama di rumah.
Mereka pun dekat. Bahkan Kate bersedia mengungkap resep rahasianya pada Nick, Ahli terapinya mengatakan Kate telah jatuh cinta, ya, tapi... Kate seperti ditusuk dari belakang saat Nick mengaku ia diminta menggantikan Kate sebagai chef kepala di restoran itu. Kate sangat marah.
Film ini memberikan sajian yang lengkap. Ada tawa dan amarah, ada cinta dan benci, ada keraguan dan keyakinan. Acara memasak di dapur restoran terlihat begitu nyata dan menggairahkan. Dan Catherine mampu menghipnotis siapapun dengan kecantikan sekaligus kepiawaiannya berakting.
Lantas bagaimana Kate menyelesaikan masalahnya sepeninggal Nick? Bagaimana Kate bisa menemukan Zoe yang kabur setelah mengetahui pertengakaran Kate dan Nick? Bagaimana akhir kisah mereka? Tentu saja semua akan berakhir indah, lihat saja film ini!

Kamis, 04 Desember 2014

Twilight Saga: Breaking Dawn - Part 1 (2011)

Starring: Kristen Stewart, Robert Pattinson,Taylor Laurtner, Ashley Greene, Peter Facinelli

Finally, undangan pernikahan Bella (Kristen Stewart) dan Edward (Robert Pattinson) beredar pada episode ini. Semua orang gembira membacanya kecuali Jacob (Taylor Laurtner), yang bukan hanya sedih tapi juga marah hingga memutuskan untuk pergi sejauh mungkin. Di tempat tinggal Edward, Bella begitu bahagia menyambut hari yang ditunggu-tunggu. Alice (Ashley Greene) sangat antusias mempersiapkan pesta yang menurutnya 'sederhana'.
Mimpi buruk datang saat hari baik menjelang. Pernikahan berlangsung khidmat dan lancar. Bella sangat cantik dengan gaun putihnya. Sebuah pesta yang luar biasa dengan tamu undangan yang tak terduga. Ya, manusia, vampir, dan manusia serigala berkumpul disana. Dan meski tidak tepat di tempat perayaan tapi Jacob sempat datang dan mengucap selamat.
Bulan madu di tempat yang dirahasiakan menjadi kado istimewa bagi Bella, semuanya indah dan baik-baik saja hingga Bella menyadari dirinya hamil. Diantara bingung dan tidak percaya Edward marah dan memaksa Carlisle (Peter Facinelli) mengeluarkan bayi itu secepatnya, sebelum sesuatu terjadi pada Bella.Sayangnya Bella tidak mau, apapun yang terjadi Bella tetap ingin mempertahankan bayi itu, bahkan bujukan Jacob tidak berhasil mengubah keyakinan Bella.
Kisah percintaan Bella dan Edward digambarkan lebih intense di seri keempat ini. Namun, bukannya tanpa gangguan, kehamilan Bella benar-benar diluar prediksi. Lebih buruk lagi bayi itu dianggap berbahaya bagi Bella dan bisa jadi membahayakan banyak pihak jika sampai dilahirkan. Itulah yang membuat Edward cemas dan marah, karena ia terlalu mencintai Bella hingga tidak ingin kehilangan Bella. Dan Jacob, demi menjaga keberadaan kaumnya, juga tidak akan segan menghabisi bayi itu.
Kecurigaan orang-orang semakin menjadi saat Bella mengalami fase haus darah seperti layaknya vampir baru. Di lain pihak, kawan-kawan Jacob siap menyerang keluarga Cullens, segera sebelum bayi itu lahir. Berhasilkah Bella melewati masa-masa sulit itu? Bisakah bayi itu lahir dengan selamat? Bagaimana keluarga Cullens menghadapi pertarungan dengan kawanan serigala? Seru dan wajib ditonton!


 
 

Minggu, 30 November 2014

The Three Musketeers (2011)

Orlando Bloom, Milla Jovovich, Matthew Macfadyen, Luke Evans, Ray Stevenson, Logan Lerman

Pada jamannya Musketeers pernah dianggap sebagai Pahlawan di Perancis. Namun saat perang usai, Musketeers sudah tidak dibutuhkan, mereka tercerai berai, bahkan tersisa Tiga Musketeers yang tidak lagi memiliki tugas kenegaraan. Mereka hanya menghabiskan waktu bersama, entah sampai kapan. Dipimpin Raja yang masih sangat muda, yang tidak terlalu menguasai masalah pemerintahan, Perancis begitu rapuh. Ditambah Kardinal yang berkhianat dan Kapten yang sewenang-wenang, Perancis seolah tinggal menunggu waktu.
Tersebutlah D'Artagnan (Logan Lerman), seorang pemuda desa yang ingin menjadi seorang Musketeer. Dalam perjalanannya ke Paris ia sempat berkelahi dengan seseorang yang belakangan diketahui merupakan Kapten Istana. Di paris, Artagnan mengatur janji bertarung dengan Athos (Matthew Macfadyen), Porthos (Ray Stevenson) dan Aramis (Luke Evans) yang tak lain adalah Tiga Musketeers. Persahabatan mulai terjalin saat keempatnya berhasil mengalahkan pasukan Istana, bahkan mereka berempat dipanggil untuk menemui Raja.
Cerita mulai berkembang saat Kardinal, bersama Milady de Winter (Milla Jovovich), double agent yang cantik, menjalankan rencana jahatnya untuk mengadu domba Pernacis dan Inggris. Berkat kemampuannya, Milady berhasil mengambil permata Ratu untuk disimpan di London. Tuduhan pun akan mengarah pada Duke of Buckingham (Orlando Bloom). Harapan akan terjadinya perang hampir terwujud saat D'Artagnan dan Tiga Musketeers diminta Dayang Istana untuk mengambil kembali permata itu. Ya, demi menepis kecurigaan Raja, Ratu wajib memakai kalung permata pada pesta yang akan diadakan minggu depan. Bisakah?
Taktik dan strategi dirancang sedemikian rupa. Pertempuran tak bisa dihindari. Dendam terbalas, meski bukan tanpa balasan. Dengan balon udara yang dilengkapi meriam dan banyak senjata tangguh lainnya, perang di udara tidak bisa lebih seru lagi. Namun bagaimana jika lawan memiliki peralatan yang jauh lebih canggih?
Three Musketeers bukanlah kisah baru tapi film ini berhasil mengadaptasinya dengan sangat modern. Milady sukses menjadi pemanis yang seksi dan menggoda. Film ini menyajikan banyak adegan dengan begitu maksimal hanya saja durasi yang terbatas menjadikan beberapa seperti cuplikan yang terpotong begitu saja. Namun tetap tidak mengurangi keseruan film ini. Bagus dan wajib ditonton.

Senin, 17 November 2014

He's Just (Not) That Into You (2010)

Ginnifer Goodwin, Justin Long, Kevin Connolly, Jennifer Aniston, Ben Affleck, Jennifer Connelly, Scarlet Johansson, Bradley Cooper, Drew Barrymore



Sudah sejak sejak pertemuan mereka namun tidak ada tanda-tanda Connor (Kevin Connolly) akan menghubungi Gigi (Ginnifer Goodwin). Kegalauan melanda hingga Gigi memberanikan diri menelfon bahkan mendatangi bar tempat Connor biasa mampir. Disana, Gigi bertemu Alex (Justin Long), sahabat Connor yang memberitahu bahwa Connor tidak tertarik padanya. Alex juga memberi banyak informasi menarik mengenai aturan bagaimana sikap pria yang tertarik pada wanita.
Di tempat lain, Beth (Jennifer Aniston) juga galau memikirkan hubungannya dengan sang pacar yang sudah berjalan 7 tahun, tanpa ikatan pernikahan. Meski Neil (Ben Affleck) sudah meyakinkan bahwa pernikahan bukan segalanya tapi Beth tetap tidak bisa terima. Mereka pun berpisah.
Sedang Janine (Jennifer Connelly) yang tidak menyadari keretakan rumah tangganya seperti terbangun saat sang suami menyatakan telah tidur dengan wanita lain. Meski tidak ingin tapi Ben (Bradley Cooper) tidak tahan dengan godaan Anna (Scarlett Johansson) yang cantik dan seksi.
Dan Mary (Drew Barrymore) begitu antusias mencari jodoh via online Meski sering mendapat harapan palsu tapi Mary tidak menyerah.
Begitu banyak kisah manusia yang menarik dipaparkan di film ini. Bahwa cinta lebih dari sekedar cerita, pernikahan bukannya tanpa kesiapan. Tidak mudah menemukan tapi jangan pernah menghapus harapan. Bahwa jodoh pasti bertemu.
Film ini berakhir bahagia ketika Alex menyadari pengecualiannya pada Gigi, ketika Neil melamar Beth, dan Mary bertemu Connor. Kebahagiaan yang berbeda juga hadir dalam perpisahan Janine dan Ben. Film ringan bertabur bintang yang sayang untuk dilewatkan.

Rabu, 08 Oktober 2014

What Happen in Vegas (2008)

Starring: Cameron Diaz, Asthon Kutcher, Rob Corddry, Lake Bell, Jason Sudeikis

Setelah sekian lama berusaha menjadi kekasih sempurna bagi Mason (Jason Sudeikis), Joy McNally (Cameron Diaz) dicampakkan pada hari ulang tahun pria itu. Untuk menghindari kesedihan yang berkepanjangan, bersama sahabatnya Tipper (Lake Bell), Joy terbang ke Vegas untuk bersenang-senang. Tak dinyana disana mereka bertemu Jack Fuller (Asthon Kutcher) yang ingin melampiaskan kekesalannya setelah dipecat oleh ayahnya sendiri, ditemani kawannya yang juga seorang pengacara, Hater (Rob Corddry).
Euphoria dalam keriuhan dan kemewahan Vegas mampu membuat siapa pun lepas kontrol, termasuk Joy dan Jack. Meski awalnya tidak terlalu cocok tapi perbincangan singkat malam itu mendekatkan mereka. Hingga keesokan harinya mereka baru menyadari kesalahan terbesar yang mereka lakukan malam itu, menikah.
Meski ingin segera membatalkan pernikahan itu, namun jackpot senilai tiga juta dollar menahan mereka tetap menjadi suami istri. Ditambah keputusan pengadilan yang menolak pengajuan cerai mereka. Bukan itu saja Hakim juga menantang mereka untuk bisa menjalani kehidupan pernikahan selama enam bulan plus kunjungan rutin ke psikolog perkawinan atau uang mereka tidak akan pernah dikembalikan.
Sangat menarik melihat bagaimana dua orang yang tidak saling kenal terpaksa tinggal bersama dan bersandiwara di hadapan Konsultan Pernikahan, seolah pernikahan mereka baik-baik saja. Berbagai cara dilakukan keduanya meski harus saling saling menjatuhkan demi bisa segera memiliki uang tiga juta dollar itu.  Hingga ketika tiba saatnya mereka kembali ke persidangan, sungguh diluar perkiraan dan harapan semua orang.
Film ringan yang sangat pas ditonton sebagai penyegar untuk mengurangi kejenuhan. Duet bintang sekelas Kutcher dan Diaz yang memukau sukses membuat film ini menjadi sangat menarik. Coba aja, watch out!

Minggu, 10 Agustus 2014

My Sassy Girl (2008)

Starring: Jesse Bradford, Elisha Cuthbert, Austin Basis, Joanna Gleason

Perkenalan Charlie Bellow (Jesse Bradford) di awal film menjadi pembuka yang menarik, tapi tidak demikian dengan kisah keseluruhan film yang disadur dari serial Korea bertajuk sama. Pertemuan Charlie dengan Jordan Roark (Elisha Cuthbert) sedikit tidak wajar. Charlie begitu baik menolong Jordan yang mabuk dan pingsan di stasiun kereta namun kebaikan kadang mengancam bukan? Karena bukannya berterimakasih, Jordan malah selalu merepotkan Charlie. Patut diakui karakter Jordan benar-benar sulit dipahami. 
Anehnya, Charlie menganggap segala keanehan Jordan sebagai pesona. Entah bagaimana Charlie tidak pernah bisa menolak permintaan Jordan. Bersama Leo (Austin Basis) sahabatnya, Charlie menyimpulkan dirinya telah jatuh cinta.
Bagaimana dengan Jordan? Apa yang dipikirkan gadis itu ketika menampar Charlie? Atau memaksanya terjun ke laut? Bagaimana bisa Jordan memperkenalkan pria pilihan ayahnya pada Charlie? Atau meminta Charlie menulis surat dan menguburnya sebelum ia meninggalkannya? Mereka berpisah di stasiun dan berjanji untuk bertemu dan membaca surat mereka tepat setahun kemudian. 
Setahun berlalu dan takdir kadang tidak selalu berpihak. Jordan tidak menepati janjinya. Meski sedih tapi Charlie tetap percaya cintanya pada Jordan akan mengembalikan gadis itu padanya. Charlie memutuskan untuk hidup dan memenuhi permintaan Bibi Sally (Joanna Gleason) yang ingin memperkenalkannya pada seseorang. Bisa ditebak siapa orang itu?
Berbeda dengan serialnya, film ini menceritakan kisah yang lain. Mungkin tidak ingin terjebak dengan kesuksesan serialnya tapi malah membuat film ini datar dan sedikit membosankan. Karakter tokoh utamanya pun lain. Tidak begitu menarik tapi lumayan melihat Jesse Bradford yang cute.