Translate

Tampilkan postingan dengan label Crime. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Crime. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 September 2015

Parker (2013)


Starring: Jason Statham, Nick Nolte, Michael Chiklis, Jennifer Lopez 

Ini prinsip, bukan tentang uang atau yang lain, tapi tentang prinsip. Begitu kira-kira ungkapan Parker (Jason Statham) pada Hurley (Nick Nolte), mertuanya, yang memintanya untuk menghentikan dendamnya terhadap empat kawanan pencuri yang berbahaya. Semula, mertuanya itu yang mengenalkan Parker pada kawanan pencuri itu, Parker pun setuju untuk melakukan aksi di sebuah bazar tahunan, dengan pembagian 200 ribu dollar untuk masing-masing orang. Setelah berhasil, Melander (Michael Chiklis), salah seorang kawanan itu menjadi serakah dan menawarkan menyimpan uang itu untuk modal mencuri di tempat lain dengan hasil yang jauh lebih besar. Parker menolak sehingga ia ditembak dan dilempar ke jalan. Mereka mengira Parker sudah mati. 
Setelah memulihkan keadaan, Parker mulai beraksi. Mencuri mobil demi mobil untuk menghilangkan jejak, mencari keempat kawanan itu berada. Bukan hal yang mudah karena mereka memiliki relasi yang siap membunuh Parker. Istri dan mertuanya pun terancam, tapi Parker selalu selangkah lebih maju. Dari seorang mafia yang masih saudara salah satu kawanan, Parker mendapatkan informasi mereka ada di kawasan mewah Palm Beach. Ia pun terbang ke Palm Beach dengan membawa Identitas palsu sebagai Mr. Pittman. 
Disana Parker bertemu Leslie Rodgers (Jennifer Lopez), agen properti yang membantunya mencari rumah. Mereka berkeliling kota melihat rumah-rumah mewah seharga jutaan dollar. Diantara rumah-rumah itu Parker hanya antusias pada satu rumah yang tidak terlalu menarik milik Rodriguez, ditambah cerita Leslie tentang sang pemilik rumah, Parker yakin satu hal. Dan dia membuktikannya pada malam harinya. Benar saja, kawanan yang dicarinya tinggal disana. Parker sempat merusak beberapa senjata di rumah itu sebelum keluar dari sana. Diluar, Leslie telah menantinya. Dalam marahnya, Parker tersentuh mendengar curhat Leslie tentang dirinya. Mereka membuat kesepakatan untuk saling membantu.  
Alangkah terkejut Leslie mengetahui pencurian besar yang direncanakan kawanan itu, tapi ia tak bisa mundur. Leslie memberikan informasi dengan detil kepada Parker, yang bisa membaca dengan jelas bagaimana pencurian itu terjadi nanti. Tapi penyerangan di hotel lagi-lagi membuat Parker hampir mati. Polisi pun mencurigai Leslie.  
Sebuah aksi yang sangat elegan. Jason Statham tidak pernah salah memilih peran di setiap filmnya. Serupa tapi tak sama, dan selalu menarik. Kali ini sebagai pencuri yang berprinsip. Didampingi Jennifer Lopez yang seksi. Meski tanpa adegan hot yang berarti keduanya tetap berhasil menghadirkan sedikit sensualitas diantara kawanan perampok yang sebagian besar menyeramkan. Lantas apakah perampokan senilai 75 juta dollar itu berhasil? Apakah Parker bisa memnbalaskan dendamnya? Bagaimana Parker memenuhi janjinya pada Leslie? Film Parker ini sangat menarik untuk disimak.

Rabu, 19 Agustus 2015

Road to Perdition (2002)

Starring: Tom Hanks, Tyler Hoechlin, Paul Newman, Daniel Craig, Jude Law

Dinarasikan seorang bocah yang menceritakan tentang seorang Michael Sullivan (Tom Hanks) yang terkenal sadis, menjadikan film ini berkesan misterius. Bocah yang merupakan anak sulung dari sang tokoh itu lebih senang membaca cerita detektif daripada belajar matematika. Dan entah sejak kapan Michael Sullivan Jr (Tyler Hoechlin), sang bocah, penasaran dengan pekerjaan ayahnya yang sudah lama mengabdi pada John Rooney (Paul Newman), konglomerat dan mafia terkenal di kota itu. Mereka bahkan sudah seperti keluarga. 
Hingga kesempatan itu tiba, Michael tidak menyia-nyiakannya. Ia bersembunyi di bawah jok mobil ayahnya. Bocah itu melihat ayahnya dan Connor Rooney (Daniel Craig), yang merupakan putra dan ahli waris satu-satunya John Rooney, turun dari mobil dan masuk ke sebuah gudang. Dari lubang kecil Michael mendengar dan menyaksikan perdebatan antara Connor dan orang yang tidak Michael kenal yang diakhiri dengan tembakan oleh Connor yang menewaskan orang itu.  
Keingintahuan Michael harus dibayar mahal. Connor yang tidak ingin rahasianya terbongkar berusaha mengejar dan melenyapkan Michael. Beruntung Michael selamat, namun tidak Ibu dan Adiknya. Michael Sullivan, sang ayah, tidak tinggal diam. Ia membawa Michael pergi ke Perdition, dimana ada saudara ibunya tinggal disana. Bukan perjalanan yang mudah karena John dan Connor sudah membayar beberapa orang untuk menghabisi ayah-anak itu, termasuk seorang wartawan dan juru foto mayat Maguire (Jude Law).
Michael Sullivan memutar otak menghindari para pembunuh bayaran itu. Sembari mencari Connor yang disembunyikan ayahnya, Michael Sullivan mengajari anaknya mengemudi untuk memudahkannya merampok bank-bank yang menyimpan uang John. Taktik yang jitu dan John pun memujinya. John tidak punya pilihan selain menyelamatkan anaknya, meski John tahu betul kelicikan Connor dan kecerdikan Michael. Demi membalaskan dendam istri dan anak bungsunya, perjalanan terpaksa ditunda. Michael Sullivan bahkan pernah tertembak dan nyaris mati oleh anak buah John.
Ketegangan demi ketegangan berhasil dibangun di film bersetting tahun 1930 an ini, sangat baik. Pengambilan gambar pun dilakukan dengan detil dan indah. Membuat kebosanan hilang berganti keingintahuan akan akhir ceritanya. Penggemar film action jelas tidak boleh melewatkan film yang dimainkan oleh aktor-aktor terpuji sekelas Tom Hanks dan Jude Law. Musik yang dikemas pas juga melengkapi kesempurnaan film ini.
Ketika Michael berhasil membunuh John dan menemukan Connor bukan berarti kisahnya berhenti dan berakhir bahagia. Mereka memang tiba di Perdition, namun tidak ada yang mengira ada seseorang yang menanti kedatangan mereka disana. Tidak ada happy ending tapi perjalanan enam minggu itu meninggalkan kesan yang tidak pernah hilang.

Senin, 03 Agustus 2015

Taxi (1998)



Starring: Sami Naceri, Manuela Gourary, Frederick Diefenthal, Emma Wiklund

Daniel Morales (Samy Naceri) adalah seorang pengantar pizza yang sangat lihai berkendara. Sudah lama ia menunggu waktu yang tepat untuk keluar dari pekerjaannya dan melamar menjadi sopir taksi, dengan memakai kendaraan yang sudah dimodifikasinya sedemikian rupa. Hobinya ngebut tidak selalu bisa terpuaskan dengan banyaknya polisi yang berjaga di tiap perempatan. Daniel sering dikejar polisi karena beberapa kali melanggar rambu-rambu lalu lintas. Namun ada kalanya kelihaian itu berguna untuk mengantar pelanggan yang hampir ketinggalan pesawat misalnya.
Hari pertama bekerja Daniel bertemu Camille (Manuela Gourary), seorang Ibu setengah baya yang kemudian menjadi pelanggan tetapnya. Setiap hari Camille selalu membanggakan anaknya yang dianggap berprestasi. Kenyataannya Emilien, anaknya, hanyalah polisi biasa yang baru belajar mengemudi dan begitu terobsesi dengan atasan wanitanya yang seksi. Berbagai cara dilakukan Emilien untuk mendapat perhatian Petra (Emma Wiklund) tapi Emilien selalu gagal. Begitupun saat mereka sama-sama ditugaskan menangkap perampok bank. Semuanya kacau karena satu kesalahan kecil yang dilakukan Emilien. Konyol.
Hari Minggu Daniel bertemu Emilien di kediaman Camille, ia diminta mengantar Emilien ke kantornya. Antusias Emilien terhadap mobil memacu Daniel untuk memamerkan kepiawaiannya mengebut. Saat itu Daniel sama sekali tidak menyadari bahwa penumpangnya adalah polisi. Di kantor Emilien, Daniel hampir ditilang namun mereka berhasil membuat kesepakatan. Jika Daniel bisa membantu Emilien menangkap para perampok bank dari Jerman itu, Daniel akan bebas bahkan mendapat SIM dengan mudah. Deal, dan mereka mulai bekerjasama.
Bukan sekali dua kali para perampok Jerman itu berhasil mengelabui polisi dan lolos. Tak dinyana pengetahuan dan informasi sederhana yang dimiliki Daniel berguna. Belum lagi keberanian Daniel menantang orang Jerman yang diduga perampok bank itu beradu balap. Lantas, apakah mereka berhasil?
Beberapa adegan dibuat begitu menegangkan sebagaimana penanganan kasus kriminal pada umumnya, namun sedikit kecerobohan mampu membuat geli meski tidak sampai tertawa. Cukup menghibur meski ada beberapa bagian yang terkesan dibuat-buat. Pada masanya film ini cukup berhasil menarik banyak orang sehingga bermunculan film dengan model serupa. Berbahasa Perancis, film ini lumayan untuk menambah kosakata, bagi yang ingin belajar.

Selasa, 10 Maret 2015

The Bank Job (2008)

Starring: Jason Statham, Saffron Burrows, Richard Linter, Michael Jibson

Diadaptasi dari kisah nyata, perampokan yang terjadi di Inggris pada awal tahun 70 an benar-benar fenomenal. Film ini mampu menghadirkan aura menegangkan dalam setiap momennya. Emosi yang dibangun sejak awal cerita, saat penagih hutang hutang merusak mobil dagangan Terry Leather (Jason Statham), berhasil membangunkan penonton. Bahwa film ini tidak main-main.
Bukan kebetulan Terry bertemu Martine Love (Saffron Burrows) di sebuah cafe. Wanita itu menawari Terry satu kerjasama dengan hasil besar dan resiko minim. Merampok bank, yang sistem alarm nya sedang diperbaiki, alias mati. Menarik. Demi uang Terry menerima tawaran itu, mempersiapkan tim sekaligus memperhitungkan skenario yang mungkin terjadi. Terry tidak bisa mempercayai Martine sepenuhnya, terutama karena ada Tim Everett (Richard Lintern), pejabat yang tidak dikenal Terry, yang menjadi dalang dalam rencana besar ini. 
Dan tanpa menunggu waktu yang lama mereka pun mulai menjalankan aksinya. Di tengah jalan Terry meminta bantuan Eddie Burton (Michael Jibson), sahabatnya yang baru menikah, untuk mengintai keadaan diluar. Menggunakan handy talkie, Eddie stand by di lokasi yang telah ditentukan. Kerja keras membuahkan hasil, Terry dan timnya berhasil masuk ke dalam ruang safe deposit Bank, mereka membobol kotak mana saja yang mereka mau. Terry sempat curiga melihat Martine begitu berniat membuka kotak nomor 118. Uang, perhiasan, dan banyak harta berharga mereka dapatkan, termasuk bukti-bukti skandal orang-orang besar dan brengsek. 
Diluar bank, melalui handy talkie yang frekuensinya tertangkap radio amatir, berita perampokan mulai tercium, Polisi mulai menyelidiki bank mana yang dirampok. Merasa ada yang tidak beres Terry dan tim nya bergegas meninggalkan Bank. Tidak ada yang mengira Tim Everett telah mempersiapkan anak buahnya untuk menjegal Terry dan kawan-kawannya, beruntung Terry lebih cerdas dari yang orang kira. Keadaan baik-baik saja sebelum Martine menceritakan kejadian yang sebenarnya. Dan nyawa mereka pun terancam. 
Terry mencoba bernegosiasi dengan Tim, namun ternyata ada beberapa pihak lainnya yang merasa dirugikan dan terancam dengan perampokan itu. Keadaan memburuk, beberapa kawannya terbunuh, Terry mulai kehabisan ide. Bagaimana Terry melewati semua ini? Berhasilkah ia keluar dari kekacauan? Film ini sukses membuat penonton melihat hingga akhir. Dan hasilnya sangat memuaskan. Wajib Tonton!

Rabu, 04 Maret 2015

Sherlock Holmes (2009)

Starring: Robert Downey Jr, Jude Law, Rachel Mc Adams, Mark Strong


Kisah detektif ternama yang sangat cerdas dan terkenal nyentrik dengan topi dan cantingnya. Diadaptasi dari novel yang populer hingga saat ini, Sherlock Holmes (Robert Downey Jr) tidak kehilangan kehebatannya di film ini. Dibantu Dokter John Watson (Jude Law), sahabatnya, Holmes berhasil memecahkan banyak kasus yang penuh teka-teki. Pada seri pertama ini dikisahkan tentang usaha Holmes mengungkap misteri Lord Blackwood (Mark Strong) yang memiliki ilmu sihir. Masalahnya, selama ini Holmes tidak begitu mempercayai hal mistis semacam sihir, Holmes bekerja dengan logika yang nyata.
Berita mengejutkan terdengar saat Lord yang berhasil ditangkap, digantung, dan dimakamkan, ternyata masih hidup dan berkeliaran di kota. Ketika dibongkar, Polisi menemukan sosok lain di dalam peti jenazah. Sosok yang dicari oleh Irene (Rachel Mc Adams) sehari sebelumnya. Disitu bukan hanya Holmes, tapi Watson juga tidak habis pikir, dialah yang memastikan tewasnya Lord.
Romantika muncul saat Watson memperkenalkan tunangannya pada Holmes. Juga saat Irene mengunjungi Holmes di saat yang tidak diharapkan. Meski Watson sudah memperingatkan untuk tidak lagi berhubungan dengan Irene, tapi Holmes terlanjur bertekuk lutut dengan gadis itu.
Satu demi satu misteri berhasil dipecahkan. Holmes bahkan bisa menghilang, sebagaimana Lord, namun tanpa ilmu sihir. Dengan perjuangan yang tidak mudah, Holmes dan kawan-kawan juga sukses menggagalkan rencana Lord selanjutnya, menghabisi seluruh Pimpinan dengan Gereja sebagai alibinya.
Semua pertanyaan pun terjawab pada akhir cerita. Jika dari awal Holmes kelihatan begitu santai menghadapi kasus-kasusnya, yang sebenarnya ia sedang meneliti apa dan bagaimana bisa terjadi. Sangat menarik, bagaimana hal yang sepele bisa begitu penting. Antara kasihan dan geli melihat anjingnya yang sering menjadi sasaran Holmes dalam penelitiannya.
Meski ada beberapa yang diluar bayangan jika dibandingkan dengan novelnya, seperti, karakter Holmes yang tidak selalu memakai tongkat dan cantingnya, tapi secara keseluruhan film ini bagus. Penonton dibuat tidak sabar melihat bagaimana penyelesaian kasusnya dan berikutnya, kasus apalagi? Tenang tapi pasti, tegang tapi santai, serius tapi lucu, Sherlock Holmes sangat menarik. Bukan hanya penggemar cerita detektif, siapapun wajib tonton film ini.

Minggu, 21 Desember 2014

Safe (2012)

Starring: Jason Statham, Catherine Chan, James Hong, Reggie Lee

Mei (Catherine Chan) hanyalah siswi sekolah biasa di sebuah Distrik di Cina yang memiliki kecerdasan jauh diatas rata-rata. Ibunya sakit ketika ia ditangkap oleh anah buah Han Jiao (James Hong) untuk dijadikan komputer berjalan. Ia pun diterbangkan ke Amerika, bersama Quan Chang (Reggie Lee), ayah barunya, untuk menangani bisnis disana. Bukan hal yang mudah bagi Mei, karena Chang tidak segan memukul bahkan membunuh kawan maupun lawan yang merugikan bisnisnya. Mei sendiri juga hampir ditembak, agar tidak meninggalkan jejak, ketika mereka diserang oleh pihak Rusia. Beruntung Mei berhasil kabur meski kemudian ia ditangkap orang-orang Rusia. Sepertinya sudah menjadi rahasia umum, Mei menyimpan susunan angka yang sangat berharga, yang Mei sendiri tidak menyadarinya hingga ia bertemu Luke Wright (Jason Statham).
Seorang mantan petinju yang dikenal kuat tapi dituntut untuk selalu kalah. Ketika pada akhirnya menang, Luke harus membayar mahal kemenangan itu. Orang-rang Rusia itu bukan hanya membuat Luke kehilangan istrinya tapi juga kehidupannya. Luke hampir bunuh diri di stasiun ketika ia melihat Mei, yang berlari dan bersembunyi dari kejaran orang-orang beringas. Serta merta Luke menyelamatkan gadis kecil itu dan membawanya ke tempat yang aman.
Perbincangan mereka membuka tabir rahasia angka-angka yang disimpan Mei, yang sebenarnya merupakan kode untuk membuka sebuah brankas. Sebuah ide gila muncul dari Luke yang ingin mendapatkan isi brankas itu untuk Mei, dengan memanfaatkan beberapa kawan lamanya. Meski tidak saling percaya tapi mereka terpaksa menjalin kerjasama yang apik demi jutaan dollar. Sebuah aksi yang seru tidak dapat dihindari. Mendebarkan dan menarik sekaligus.
Berhasilkah Luke menjalankan rencananya? Bisakah mereka membuka brankas itu? Sebuah film yang sangat bagus, dengan pertarungan dan kejar-kejaran ala Statham yang seru, sangat seru. Akting bocah Cina cantik disini juga sukses memukau siapa saja. Tidak pernah bosan melihat film ini karena jalan ceritanya berbeda dari film kebanyakan. Two thumbs up! Wajib tonton bingits!

Jumat, 24 Oktober 2014

Stolen (2012)

Starring: Nicholas Cage, Josh Lucas, Tim Harlend, Sami Gayle, Malin Akerman
Will Montgomery (Nicholas Cage) dan kawan-kawan sama sekali tidak tahu bahwa di sebuah toko perhiasan mereka telah ditunggu oleh sejumlah polisi. Menegangkan bagaimana Will dan Vincent (Josh Lucas) bisa menembus pintu-pintu melewati banyak alarm, hingga berhasil memasuki brankas yang berisi uang jutaan dollar dan ratusan batang emas. Hingga beberapa saat para polisi yang merasa berada di atas angin tidak menyadari kekeliruannya, bahwa para perampok itu tidak sedang berada di toko perhiasan tapi di sebuah bank di dalam toko perhiasan itu.
Keriuhan yang terjadi membuat Will dan Vincent panik. Tanpa disengaja seorang tukang sampah memergoki aksi mereka, spontan Vincent menembaknya, namun urung karena dihalangi Will. Sebaliknya, Will malah menembak kaki Vincent yang masih berkeras ingin membunuh. Dan sebelum polisi menemukan mereka, Will dengan cekatan menyeret Vincent masuk ke dalam mobil, namun dirinya sendiri yang tertinggal dan tertangkap saat kembali untuk mengambil hasil rampokan.
Beberapa tahun kemudian, setelah keluar dari penjara, Will terkejut melihat Danny Huston (Tim Harlend) polisi yang menangkapnya dulu, datang menjemputnya. Lebih terkejut lagi mendengar kabar meninggalnya Vincent. Namun cerita berubah ketika Alison Loeb (Sami Gayle), anaknya, diculik seorang sopir taksi yang diketahui adalah Vincent. Tidak ada yang percaya, hingga memaksa Will berjuang menyelamatkan anaknya, sendirian.
Ketegangan kembali terjadi ketika Will, demi memenuhi tuntutan Vincent untuk membebaskan putrinya, harus kembali ke pekerjaan lamanya, merampok. Bank yang dulu diingatnya memiliki banyak batangan emas kembali menjadi sasarannya. Dibantu Riley (Malin Akerman), kawan satu timnya dulu, Will seperti mengalami deja vu, berhasilkah?
Film action yang cukup seru dan mendebarkan. Nicholas Cage sangat mahir bermain sebagai penjahat yang baik hati. Peran polisi yang datang disaat terakhir memang menggemaskan, it's too late. Meski demikian film ini mendapat sambutan yang cukup baik, terbukti dengan dibuatnya sequel. Just watch out!

Rabu, 20 Agustus 2014

District 13: Ultimatum (2009)

Starring:David Belle, Cyril Raffaelli, Philippe Torreton


Setelah sempat hampir dimusnahkan pada seri pertama, kali ini penonton disuguhi ketentraman kehidupan di Distrik 13. Well, paling tidak itulah yang terlihat pada awal film, sebelum kemudian ada pihak-pihak yang memiliki kepentingan lain. Sialnya, pihak tersebut adalah orang dalam pemerintahan bahkan agen yang menjadi kepercayaan Presiden Perancis. 
Tentu saja Leitto (David Belle) tidak tinggal diam, ia melihat dan menyimpan video yang bisa dijadikan bukti kejahatan DISS. Pada saat itu, Leito juga mendapat pesan dari Damien Tomaso (Cyril Raffaelli) untuk mengeluarkannya dari penjara secepatnya. Pihak DISS juga yang mengarang tuduhan dan menangkap Toreto yang tidak bersalah. DISS merupakan komponen pemerintah yang bertanggung jawab terhadap keamanan dalam negeri. Kenyataannya, mereka malah membuat kerusuhan dan mengkambinghitamkan masyarakat Distrik 13.
Banyak aksi seru yang dilakukan dua pahlawan beda dunia itu. Meski tidak jauh berbeda dengan seri pertamanya tapi tetap saja menarik. Kejar-kejaran antara Leito dan para polisi juga tetap menegangkan. Beberapa percakapan dan adegan konyol yang disisipkan menambah kesegaran film ini. 
Lalu, kegemparan terjadi, Presiden (Philippe Torreton) dipaksa mengambil keputusan sulit. Distrik 13 harus segera dievakuasi sebelum dihancurkan. Namun, tidak semuanya ikut andil. Masih ada ribuan jiwa yang menolak dipindahkan. Leito dan Damian mengumpulkan pimpinan klan dan membuat rencana. Mereka harus bisa menghentikan serangan itu. Mereka harus menyerang kantor pertahanan negara lebih dulu. Mereka harus memberitahu Presiden keadaan yang sebenarnya.
Film ini menggunakan bahasa Perancis yang tidak mudah dipahami semua orang. Tidak semua teks bisa diterjemahkan. Namun tidak mengurangi ketegangan dan keseruan dari film ini. Bagi yang belum sempat menonton seri pertamanya masih bisa menonton film ini. Jadi, tonton saja.


Minggu, 03 Agustus 2014

Faster (2010)

Starring: Dwayne Johnson, Carla Gugino, Billy Bon Thornton, Oliver Jackson


Bebas dari penjara tidak membuat pria kekar ini berhenti melakukan kejahatan. Satu hari satu orang berhasil ditembaknya dengan sadis. Membuat polisi kelabakan dan meresahkan warga. 
Detektif Cicero yang ditugaskan menangani kasus ini menemukan motif sang pembunuh. Sebuah video ditunjukkannya pada Polisi (Billy Bob Thornton) yang menjadi rekannya. Video yang menggambarkan bagaimana seorang Driver (Dwayne Johnson) bisa menjadi sebengis itu. Video yang menayangkan alasan kenapa Driver itu begitu dendam pada target-targetnya.
Di tempat lain seorang Pembunuh bayaran (Oliver Jackson) siap melaksanakan tugasnya menghabisi Driver. Namun, kelambanannya membuat sang klien membatalkan perintah itu. Meski demikian, rasa penasaran membuatnya tidak melepas Driver begitu saja. Ia terus mengejar hingga tiba di sebuah gereja keliling, tempat target terakhir membacakan khutbahnya. 
Kedamaian dan iringan doa membuat Driver urung menembak target terakhirnya. Ia memutuskan untuk berhenti ketika Pembunuh bayaran itu tiba dan siap menembakkan pelurunya. Sebelumnya ia mengingatkan satu target yang luput dari kejaran Driver, seseorang yang menyewa Pembunuh bayaran untuk membunuh Driver. Kemudian Polisi datang.
Siapa seharusnya target terakhir Driver? Apakah ia berhasil menuntaskan dendamnya? Satu kisah yang menarik, meski sedikit kelam. Misterius pada awal tapi diakhiri dengan begitu jelas dan adil meski tidak sepenuhnya benar.