Translate

Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Februari 2015

The Karate Kid (2010)

Jaden Smith, Jackie Chan, Taraji Henson, Zhenwei Whang, Wenwen Han

Ms Parker (Taraji Henson) terpaksa pindah ke Cina bersama anak semata wayangnya Dre (Jaden Smith) karena tuntutan pekerjaan. Dre bertemu teman-teman baru meski tidak semuanya baik. Hari pertama Dre sudah terkena pukulan telak dari Cheng (Zhenwei Whang), karena Dre dianggap telah mengganggu latihan Meiying (Wenwen Han). Seketika Dre merasa tidak senang dengan tempat barunya itu.
Tak disangka ternyata mereka bersekolah di tempat yang sama. Cheng mengajak teman-temannya mem-bully Dre. Ia dikejar dan dikeroyok oleh Cheng dan teman-temannya yang jago karate. Beruntung, Paman Han (Jackie Chan), yang selama ini dikenal sebagai ahli reparas, datang menolong Dre. Melawan Cheng dan kawan-kawannya bukan hal yang sulit bagi Paman Han. Bukan itu saja Paman Han juga mengobati luka Dre dengan cara unik. Membuat Dre kagum dan ingin menjadi muridnya, namun Paman Han menolak.
Paman Han menjelaskan tentang Kung Fu pada Dre, ia tidak mau Dre terbawa emosi. Lalu Dre mengajak Paman Han mengunjungi tempat latihan Cheng dan kawan-kawannya yang begitu keras dan salah. Entah bagaimana Paman Han malah menantang Cheng untuk melawan Dre di turnamen Kung Fu. Sejak saat itu Dre resmi menjadi murid Paman Han.
Ternyata menjadi murid Paman Han sangat membosankan, setiap hari Dre hanya belajar melepas dan meletakkan jaket. Hingga suatu hari Paman Han mengajaknya mengunjungi Sumur Naga di Puncak dimana banyak orang belajar Kung Fu dan Chi atau tenaga dalam. Dre banyak mendapat inspirasi disana, semangatnya semakin membara.
Di sela-sela latihan ada pula kisah manis antara Dre dan Meiying. Mereka berjanji untuk saling menyemangati. Meski orang tua Meiying tidak suka persahabatan mereka, tapi janji harus ditepati. Hingga pada hari turnamen, Dre berhasil mengalahkan banyak lawan dan sukses masuk ke semifinal. Di sudut lain guru Cheng tidak suka melihat keberhasilan itu, ia meminta Cheng mematahkan kaki Dre. Lalu bagaimana? Apakah Dre bisa memenangkan turnamen itu?
Bahwa bullying bukanlah kebiasaan yang baik banyak ditunjukkan di film ini. Bahwa fokus itu penting dan bahwa kita selalu bisa bangun saat terjatuh merupakan pelajaran yang bisa dipetik dari film ini. Untuk dinikmati dengan keluarga, film ini sangat sayang untuk dilewatkan.

Jumat, 05 Desember 2014

Tanah Surga... Katanya (2012)

Starring: Osa Aji Santoso, Astri Nurdin, Ringgo Agus Rahman, Tissa Biani Azzahra
Mengambil lokasi di pulau Kalimantan tepatnya di perbatasan antara Malaysia dengan Indonesia, film ini secara sederhana mampu menampilkan keindahan alam negeri kita yang memukau. Namun, kekayaan suatu bangsa tidak selalu berbanding lurus dengan kehidupan masyarakatnya. Meski rumput Indonesia lebih hijau tapi rakyat Malaysia lebih makmur. Tidak heran jika banyak warga Indonesia di perbatasan yang bukan hanya bekerja di Malaysia tapi juga memilih untuk pindah menjadi warga negara Malasia. Salah satunya adalah ayah Salman (Osa Aji Santoso), yang rela meninggalkan Salman dan Kakeknya, membawa anak bungsungnya, Salina (Tissa Biani Azzahra) untuk hidup 'lebih baik' di Malaysia.
Dari cerita Kakek, yang pernah menjadi pejuang, Salman belajar banyak tentang Indonesia. Menjadikannya yang terpandai di kelasnya. Ya, di sekolah yang hanya memiliki satu kelas, itupun gabungan kelas 3 dan 4, Salman menjadi siswa kesayangan Bu Astuti (Astri Nurdin). Guru cantik itu mengajarkan semua mata pelajaran termasuk memperkenalkan Indonesia di sekolah yang baru dibuka setelah satu tahun tutup. Bukan hal yang mudah, karena sebagian besar murid-muridnya tidak tahu bendera merah putih, apalagi lagu Indonesia Raya, bahkan mereka tidak mengenal Rupiah tapi Ringgit sebagai mata uang.
Lalu seorang dokter muda datang menggantikan almarhum dokter sebelumnya. Di rumah kepala dusun, Dokter bernama Anwar (Ringgo Agus Rahman) itu menjadi jujukan semua warga termasuk Kakek Salman. Keinginan membawa Kakeknya ke rumah sakit, agar Kakeknya sembuh, membuat Salman rela bekerja keras, setiap hari berjalan membawa hasil kerajinan Indonesia ke Malaysia, hingga ia bertemu Salina dan ayahnya. Bukannya membantu Sang ayah hanya memberikan nomor teleponnya. Namun Salman tetap bahagia.
Sebuah tontonan keluarga yang lengkap. Ada kesatiran yang dibalut dengan humor menggelitik yang beberapa bahkan mampu membuat terbahak. Terselip pula romantisme klasik yang menggemaskan. Tidak bermaksud membandingkan tapi lebih pada mengingatkan bahwa Indonesia begitu kaya tapi tersia. Jika Pemerintah negeri tetangga mampu merengkuh masyarakatnya hingga ke pelosok, kenapa Pemerintah kita tidak bisa? Puisi Salman di tengah upacara bendera menjadi klimaks yang pas, yang mampu menohok siapa saja. Benar kata Kakek, bahwa apapun yang terjadi jangan pernah menghilangkan kecintaan kita pada Indonesia. Film ringan yang bermakna, luar biasa.

Sabtu, 02 Agustus 2014

The Spy Next Door (2010)

Starring: Jackie Chan, Magnus Scheving, Amber Valletta, Madeline Carroll, Will Shadley, Alina Foley

Jatuh cinta membuat Bob Ho (Jackie Chan) rela melakukan segalanya, termasuk melepas pekerjaannya sebagai agen mata-mata CIA yang ditugaskan oleh intelijen Cina. Maka, setelah menyelesaikan satu tugas terakhir, yakni meringkus sekelompok orang Rusia pimpinan Anton Poldark (Magnus Scheving) yang ingin menguasai kilang minyak, Bob Ho pun pensiun. 
Selanjutnya Bob Ho pun berkonsentrasi mendekatkan diri pada Gillian (Amber Valletta), terutama pada ketiga anaknya, yang tidak terlalu menyukai Bob. Kesempatan datang ketika Gillian terpaksa pergi meninggalkan rumah dan anak-anak untuk menjenguk ayahnya yang sakit. Meski tidak terlalu yakin tapi Gillian menerima tawaran Bob menjaga Faren (Madeline Carroll), Ian (Will Shadley), dan Nora (Alina Foley).
Ternyata pekerjaan itu lebih sulit daripada menjadi agen CIA, setidaknya begitulah menurut Bob. Faren yang tidak selalu menurut, Bill yang selalu bikin ulah, dan Nora yang hobi lari darinya membuat Bob kewalahan. Tak habis akal, Bob pun meminjam peralatan mata-mata CIA untuk mengawasi ketiga bocah. 
Masalah muncul ketika Poldark yang kabur dari penjara mengejar Bob yang dianggap telah mencuri filenya. Meski berusaha tapi Bob tidak bisa menyembunyikannya dari anak-anak bahwa ia adalah mantan agen CIA. Betapa sedihnya ia ketika mendengar Faren melapor pada Gillian tentang hal itu. Tentu saja Gillian marah dan memutuskan Bob.
Namun bagaimana jika anak-anak tidak mau melepas Bob? Ian yang bercita-cita sebagai mata-mata bahkan mulai memuja Bob. Faren pun mulai mengikuti apa kata Bob. Mereka bahkan berhasil bekerja sama mengalahkan Poldark dan kawanannya. Bisakah Bob terus bersama Gillian? 
Film yang menyenangkan, Nora begitu menggemaskan, bahkan kucing dan kura-kura pun bisa berakting indah di film ini. Ringan, lucu dan menarik. Sangat menghibur.

Minggu, 27 Juli 2014

Alice in Wonderland (2010)

Starring: Mia Wasikowska, Leo Bill, Johnny Depp, Helena Bonham Carter, Anna Hathaway

Sejak kecil Alice Kingsleigh (Mia Wasikowska) sering bermimpi tentang hal-hal yang aneh, seperti kelinci berjas, kucing yang bisa tersenyum atau ulat berwarna biru. Setiap kali terbangun di tengah malam, ayahnya selalu menenangkannya dan mengatakan bahwa seburuk apapun, mimpi tidak akan menyakiti karena kita selalu bisa bangun kapan saja. 
Menjelang usia 20, dalam sebuah pesta, Alice dilamar Hammish (Leo Bill), putra dari teman mendiang ayahnya. Ibu, Kakak, dan semua yang hadir disana mendukung Alice untuk menerima lamaran itu. Tapi Alice tidak bisa segera menjawabnya, ia perlu waktu untuk berpikir, lagipula ia melihat kelinci aneh yang sering muncul di mimpinya. Alice mengikutinya hingga tanpa sengaja ia terjatuh masuk dalam sebuah liang.
Kisah perjalanan Alice di Negeri Ajaib pun dimulai. Ia melihat banyak hal yang aneh tapi nyata, karena kali ini Alice tidak sedang bermimpi. Semua makhluk di Negeri Bawah telah lama menanti kedatangan Alice. Namun, Alice terkejut saat melihat ikhtisar yang menggambarkan dirinya sedang membunuh seekor naga menyeramkan. 
Dari Mad Hatter (Johnny Depp), Alice mendengar cerita yang sebenarnya. Bahwa Negeri Bawah sedang mengalami krisis karena kekejaman Ratu Merah (Helena Bonham Carter). Di tempat lain Ratu Putih (Anna Hathaway) telah menyiapkan baju zirah untuk Sang Pemenang, tinggal menunggu kembalinya pedang Votal dan kedatangan Sang Pemenang.
Dipadu dengan unsur kartun yang pas, film ini sempurna. Kebaikan disertai tutur bahasa yang lembut membuat siapapun belajar dari Alice. Keberaniannya sungguh luar biasa. 
Lantas bagaimana Alice beserta makhluk Dunia Bawah menghadapi naga itu? Bisakah Ratu Putih mengalahkan Ratu Merah? Dan bagaimana cara Alice kembali ke dunianya? Film ringan tapi penuh makna ini mengajak kita ikut berimajinasi. Menarik dan sangat sayang untuk dilewatkan.

Selasa, 08 April 2014

Mirror Mirror (2012)

Starring: Julia Roberts, Lily Collins, Army Hammer, Nathan Lane

Sebuah film yang diadaptasi dari kisah Putri Salju, yang ditinggal mati ibunya dan dibesarkan sendiri oleh ayahnya yang seorang Raja. Kebahagiaan selalu menyelimuti, sampai Sang Raja memutuskan menikah lagi dengan Ratu (Julia Roberts), yang cantik namun kejam. Entah bagaimana, hingga Sang Raja dipaksa pergi dan hilang di tengah hutan. Putri Salju (Lily Collins) pun tinggal di Istana dengan Ratu yang sewenang-wenang, yang iri akan kecantikannya, dan sangat ingin menyingkirkannya.
Di hari Ulang Tahunnya yang ke-18, Putri diberitahu salah seorang pelayan Istana agar keluar dan melihat keadaan rakyatnya. Di tengah perjalanan, di sebuah hutan, Putri bertemu dua pria yang ditawan yang kemudian ditolongnya. Belakangan diketahui bahwa salah satu pria tersebut adalah Pangeran Alcott (Army Hammer) dari Negara Valencia, yang ingin berkunjung dan menjalin kerjasama.
Sekembalinya ke Istana, Putri berubah menjadi lebih tegas. Di pesta yang digelar Ratu dengan memeras uang rakyat, Putri sempat meminta bantuan pada Pangeran. Kemudian Ratu mengetahui dan memutuskan untuk membunuhnya. Beruntung karena Brighton (Nathan Lane), asisten yang ditugasi membunuh Putri, melepaskannya di tengah hutan. Putri berlari hingga ia menabrak sesuatu dan pingsan, Dan ketika sadar, Putri sudah berada di tengah 7 manusia kerdil.
Tinggal di kediaman para Kurcaci, Putri belajar banyak, termasuk bagaimana cara bela diri. Putri pun mengajari teman-teman barunya itu agar tidak lagi mencuri, tapi bekerja sebagaimana mestinya.
Menarik bagaimana Sang Ratu menggunakan cermin sebagai alat memasuki ‘dunia lain’ dan berbicara dengan bayangannya sendiri, yang memiliki sihir sakti. Sihir itulah yang pernah digunakan Ratu untuk membujuk Raja agar menikahinya dulu. Dan sekarang terjadi lagi ketika Ratu ingin menikahi Pangeran. Pun ketika Ratu ingin benar-benar membunuh Putri.
Namun sihir hitam bukanlah jalan mencapai sukses, yang benar pasti menang. Dan Ratu harus menanggung konsekuensinya. Pada akhirnya kerajaan kembali berbunga, demikian pula hati Putri yang dengan restu ayahnya bisa menikah dengan Pangeran. What a very happy ending.