Translate

Tampilkan postingan dengan label Adventure. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adventure. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Agustus 2015

Road to Perdition (2002)

Starring: Tom Hanks, Tyler Hoechlin, Paul Newman, Daniel Craig, Jude Law

Dinarasikan seorang bocah yang menceritakan tentang seorang Michael Sullivan (Tom Hanks) yang terkenal sadis, menjadikan film ini berkesan misterius. Bocah yang merupakan anak sulung dari sang tokoh itu lebih senang membaca cerita detektif daripada belajar matematika. Dan entah sejak kapan Michael Sullivan Jr (Tyler Hoechlin), sang bocah, penasaran dengan pekerjaan ayahnya yang sudah lama mengabdi pada John Rooney (Paul Newman), konglomerat dan mafia terkenal di kota itu. Mereka bahkan sudah seperti keluarga. 
Hingga kesempatan itu tiba, Michael tidak menyia-nyiakannya. Ia bersembunyi di bawah jok mobil ayahnya. Bocah itu melihat ayahnya dan Connor Rooney (Daniel Craig), yang merupakan putra dan ahli waris satu-satunya John Rooney, turun dari mobil dan masuk ke sebuah gudang. Dari lubang kecil Michael mendengar dan menyaksikan perdebatan antara Connor dan orang yang tidak Michael kenal yang diakhiri dengan tembakan oleh Connor yang menewaskan orang itu.  
Keingintahuan Michael harus dibayar mahal. Connor yang tidak ingin rahasianya terbongkar berusaha mengejar dan melenyapkan Michael. Beruntung Michael selamat, namun tidak Ibu dan Adiknya. Michael Sullivan, sang ayah, tidak tinggal diam. Ia membawa Michael pergi ke Perdition, dimana ada saudara ibunya tinggal disana. Bukan perjalanan yang mudah karena John dan Connor sudah membayar beberapa orang untuk menghabisi ayah-anak itu, termasuk seorang wartawan dan juru foto mayat Maguire (Jude Law).
Michael Sullivan memutar otak menghindari para pembunuh bayaran itu. Sembari mencari Connor yang disembunyikan ayahnya, Michael Sullivan mengajari anaknya mengemudi untuk memudahkannya merampok bank-bank yang menyimpan uang John. Taktik yang jitu dan John pun memujinya. John tidak punya pilihan selain menyelamatkan anaknya, meski John tahu betul kelicikan Connor dan kecerdikan Michael. Demi membalaskan dendam istri dan anak bungsunya, perjalanan terpaksa ditunda. Michael Sullivan bahkan pernah tertembak dan nyaris mati oleh anak buah John.
Ketegangan demi ketegangan berhasil dibangun di film bersetting tahun 1930 an ini, sangat baik. Pengambilan gambar pun dilakukan dengan detil dan indah. Membuat kebosanan hilang berganti keingintahuan akan akhir ceritanya. Penggemar film action jelas tidak boleh melewatkan film yang dimainkan oleh aktor-aktor terpuji sekelas Tom Hanks dan Jude Law. Musik yang dikemas pas juga melengkapi kesempurnaan film ini.
Ketika Michael berhasil membunuh John dan menemukan Connor bukan berarti kisahnya berhenti dan berakhir bahagia. Mereka memang tiba di Perdition, namun tidak ada yang mengira ada seseorang yang menanti kedatangan mereka disana. Tidak ada happy ending tapi perjalanan enam minggu itu meninggalkan kesan yang tidak pernah hilang.

Selasa, 07 Juli 2015

Eat, Pray, Love (2010)



Starring: Julia Roberts, Javier Bardem, Hadi Subiyanto, Tuva Novotny, Richard Jenkins

Berada di titik terberat dihidupnya membuat Elizabeth Gilbert (Julia Roberts) ingat pertemuannya dengan Ketut Liyer (Hadi Subiyanto) di Bali beberapa bulan yang lalu. Ramalan Ketut tentang Liz yang akan kehilangan semuanya sepertinya bakal terjadi. Liz benar-benar kacau, pernikahannya jauh dari bahagia, ia sudah tidak mencintai suaminya lagi, dan ia rela melakukan bahkan memberikan apa saja asal urusan perceraiannya bisa segera selesai. Liz juga ingat Ketut mengatakan ia akan kembali ke Bali.
Setelah melewati beberapa fase kegalauan, Liz bangkit dan memutuskan untuk melakukan perjalanan untuk menemukan ‘dirinya’ yang bahagia. Tujuan pertama adalah Italia, tempat makanan lezat berasal: pizza, spaghetti, sebutkan saja. Liz bahkan merasa lebih hidup saat bertemu Sofi (Tuva Novotny), seorang teman baru yang bersama pacar dan kawan-kawannya mengajarkan banyak hal tentang Italia pada Liz.
Kemudian Liz menuju India, dimana ia ingin menemukan kedamaian hati dan keseimbangan pikiran. Dengan berbagai meditasi Liz merasa ia akan menjadi manusia yang murni. Tapi, tidak semudah itu. Liz bahkan tidak bisa fokus dengan pikirannya sendiri. Meditasinya tidak pernah berhasil. Hingga ia bertemu dengan Richard from Texas (Richard Jenkins). Pria yang semula begitu menyebalkan ternyata dengan rendah hati mau mentransferkan ilmu yang luar bisa pada Liz.
Lalu di Bali, Liz kembali menemui Ketut. Dari Ketut, Liz belajar menerapkan aneka pelajaran yang didapatnya secara seimbang. Dan semuanya nyaris berantakan saat Liz bertemu Felipe (Javier Bardem). Pria itu berhasil mempesona Liz, membuat keseimbangan Liz goyah. Meski tidak bisa mengelak saat ditanya soal cinta tapi Liz tidak bisa menerima Felipe. Liz perlu waktu. Hingga Ketut meyakinkan bahwa cinta adalah bagian dari keseimbangan hidup itu sendiri.
Secara keseluruhan film ini sangat menarik. Pengambilan gambar yang apik di beberapa negara menjadi daya tarik tersendiri. Terlepas dari kisahnya yang sederhana tapi nyata, dan aktrisnya yang tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Film ini layak mendapat dua jempol. Bahwa kadang kita memang harus berani keluar dari zona nyaman untuk menemukan kenyamanan yang lain. Sangat menginspirasi. Sangat. Indah.

Rabu, 04 Maret 2015

Sherlock Holmes (2009)

Starring: Robert Downey Jr, Jude Law, Rachel Mc Adams, Mark Strong


Kisah detektif ternama yang sangat cerdas dan terkenal nyentrik dengan topi dan cantingnya. Diadaptasi dari novel yang populer hingga saat ini, Sherlock Holmes (Robert Downey Jr) tidak kehilangan kehebatannya di film ini. Dibantu Dokter John Watson (Jude Law), sahabatnya, Holmes berhasil memecahkan banyak kasus yang penuh teka-teki. Pada seri pertama ini dikisahkan tentang usaha Holmes mengungkap misteri Lord Blackwood (Mark Strong) yang memiliki ilmu sihir. Masalahnya, selama ini Holmes tidak begitu mempercayai hal mistis semacam sihir, Holmes bekerja dengan logika yang nyata.
Berita mengejutkan terdengar saat Lord yang berhasil ditangkap, digantung, dan dimakamkan, ternyata masih hidup dan berkeliaran di kota. Ketika dibongkar, Polisi menemukan sosok lain di dalam peti jenazah. Sosok yang dicari oleh Irene (Rachel Mc Adams) sehari sebelumnya. Disitu bukan hanya Holmes, tapi Watson juga tidak habis pikir, dialah yang memastikan tewasnya Lord.
Romantika muncul saat Watson memperkenalkan tunangannya pada Holmes. Juga saat Irene mengunjungi Holmes di saat yang tidak diharapkan. Meski Watson sudah memperingatkan untuk tidak lagi berhubungan dengan Irene, tapi Holmes terlanjur bertekuk lutut dengan gadis itu.
Satu demi satu misteri berhasil dipecahkan. Holmes bahkan bisa menghilang, sebagaimana Lord, namun tanpa ilmu sihir. Dengan perjuangan yang tidak mudah, Holmes dan kawan-kawan juga sukses menggagalkan rencana Lord selanjutnya, menghabisi seluruh Pimpinan dengan Gereja sebagai alibinya.
Semua pertanyaan pun terjawab pada akhir cerita. Jika dari awal Holmes kelihatan begitu santai menghadapi kasus-kasusnya, yang sebenarnya ia sedang meneliti apa dan bagaimana bisa terjadi. Sangat menarik, bagaimana hal yang sepele bisa begitu penting. Antara kasihan dan geli melihat anjingnya yang sering menjadi sasaran Holmes dalam penelitiannya.
Meski ada beberapa yang diluar bayangan jika dibandingkan dengan novelnya, seperti, karakter Holmes yang tidak selalu memakai tongkat dan cantingnya, tapi secara keseluruhan film ini bagus. Penonton dibuat tidak sabar melihat bagaimana penyelesaian kasusnya dan berikutnya, kasus apalagi? Tenang tapi pasti, tegang tapi santai, serius tapi lucu, Sherlock Holmes sangat menarik. Bukan hanya penggemar cerita detektif, siapapun wajib tonton film ini.

Rabu, 11 Februari 2015

Mission: Impossible III (2006)

Starring: Tom Cruise, Michelle Monaghan, Blly Crudup, Phillip Hofman

Ketika nyawa sang istri terancam Ethan Hunt (Tom Cruise) bukan hanya sedih tapi juga marah. Lalu alur berjalan mundur kembali ke malam pertunangannya dengan Julia (Michelle Monaghan), semua orang bahagia terutama Ethan, namun tidak setelah ia menerima telfon dari Musgrave (Billy Crudup), rekan kerjanya. Sebenarnya Ethan tidak ingin menerima tawaran untuk kembali pada kehidupan sebagai agen IMF, namun tanggung jawab untuk menyelamatkan salah satu murid sekaligus rekannya tidak bisa diabaikannya. Dan tugas pun berlanjut.
Adu domba diantara kawan dan lawan merupakan satu hal. Beruntung Ethan memiliki tim yang solid. Beberapa misi berhasil mereka laksanakan namun seperti sia-sia, malah nyawa Julia menjadi taruhan, Ethan harus menukarnya dengan benda rahasia yang mereka sebut 'kaki kelinci'.
Ethan begitu menyesal harus melibatkan Julia, ia pun rela melakukan apa saja demi Julia. Melompat dan meluncur di gedung pencakar langit Shanghai pun dilakoninya. Dan ketika bisa mendapatkan 'Kaki Kelinci', seseorang mengambilnya.
Lucunya, Davian (Phillip Hofman) yang menjebaknya, tidak mau mengakui bahwa ia telah memperoleh 'Kaki Kelinci', malah mengancam akan menembak Julia jika Ethan tidak segera memberikannya. Bagaimana Ethan menghadapinya? Berhasilkah ia menyelesaikan satu misi yang mustahil itu? Lantas, siapakah musuh yang sebenarnya?
Banyak ketegangan yang dibangun dalam film ini, beberapa cukup berhasil dan beberapa terlihat berlebihan meski tetap menarik. Diangkat dari serial lawas yang pernah populer pada masanya, film ini tetap tidak kehilangan pamornya. Ditambah kepiawaian Sang Bintang, Tom Cruise, film ini begitu lengkap. Terbukti hingga bisa sampai pada Misi ke-tiga. Penggemar film laga pasti tidak akan melewatkan film ini, dan bagi yang lain, film ini tetap menarik. Jadi, just see n enjoy!

Kamis, 04 Desember 2014

Twilight Saga: Breaking Dawn - Part 1 (2011)

Starring: Kristen Stewart, Robert Pattinson,Taylor Laurtner, Ashley Greene, Peter Facinelli

Finally, undangan pernikahan Bella (Kristen Stewart) dan Edward (Robert Pattinson) beredar pada episode ini. Semua orang gembira membacanya kecuali Jacob (Taylor Laurtner), yang bukan hanya sedih tapi juga marah hingga memutuskan untuk pergi sejauh mungkin. Di tempat tinggal Edward, Bella begitu bahagia menyambut hari yang ditunggu-tunggu. Alice (Ashley Greene) sangat antusias mempersiapkan pesta yang menurutnya 'sederhana'.
Mimpi buruk datang saat hari baik menjelang. Pernikahan berlangsung khidmat dan lancar. Bella sangat cantik dengan gaun putihnya. Sebuah pesta yang luar biasa dengan tamu undangan yang tak terduga. Ya, manusia, vampir, dan manusia serigala berkumpul disana. Dan meski tidak tepat di tempat perayaan tapi Jacob sempat datang dan mengucap selamat.
Bulan madu di tempat yang dirahasiakan menjadi kado istimewa bagi Bella, semuanya indah dan baik-baik saja hingga Bella menyadari dirinya hamil. Diantara bingung dan tidak percaya Edward marah dan memaksa Carlisle (Peter Facinelli) mengeluarkan bayi itu secepatnya, sebelum sesuatu terjadi pada Bella.Sayangnya Bella tidak mau, apapun yang terjadi Bella tetap ingin mempertahankan bayi itu, bahkan bujukan Jacob tidak berhasil mengubah keyakinan Bella.
Kisah percintaan Bella dan Edward digambarkan lebih intense di seri keempat ini. Namun, bukannya tanpa gangguan, kehamilan Bella benar-benar diluar prediksi. Lebih buruk lagi bayi itu dianggap berbahaya bagi Bella dan bisa jadi membahayakan banyak pihak jika sampai dilahirkan. Itulah yang membuat Edward cemas dan marah, karena ia terlalu mencintai Bella hingga tidak ingin kehilangan Bella. Dan Jacob, demi menjaga keberadaan kaumnya, juga tidak akan segan menghabisi bayi itu.
Kecurigaan orang-orang semakin menjadi saat Bella mengalami fase haus darah seperti layaknya vampir baru. Di lain pihak, kawan-kawan Jacob siap menyerang keluarga Cullens, segera sebelum bayi itu lahir. Berhasilkah Bella melewati masa-masa sulit itu? Bisakah bayi itu lahir dengan selamat? Bagaimana keluarga Cullens menghadapi pertarungan dengan kawanan serigala? Seru dan wajib ditonton!


 
 

Minggu, 30 November 2014

The Three Musketeers (2011)

Orlando Bloom, Milla Jovovich, Matthew Macfadyen, Luke Evans, Ray Stevenson, Logan Lerman

Pada jamannya Musketeers pernah dianggap sebagai Pahlawan di Perancis. Namun saat perang usai, Musketeers sudah tidak dibutuhkan, mereka tercerai berai, bahkan tersisa Tiga Musketeers yang tidak lagi memiliki tugas kenegaraan. Mereka hanya menghabiskan waktu bersama, entah sampai kapan. Dipimpin Raja yang masih sangat muda, yang tidak terlalu menguasai masalah pemerintahan, Perancis begitu rapuh. Ditambah Kardinal yang berkhianat dan Kapten yang sewenang-wenang, Perancis seolah tinggal menunggu waktu.
Tersebutlah D'Artagnan (Logan Lerman), seorang pemuda desa yang ingin menjadi seorang Musketeer. Dalam perjalanannya ke Paris ia sempat berkelahi dengan seseorang yang belakangan diketahui merupakan Kapten Istana. Di paris, Artagnan mengatur janji bertarung dengan Athos (Matthew Macfadyen), Porthos (Ray Stevenson) dan Aramis (Luke Evans) yang tak lain adalah Tiga Musketeers. Persahabatan mulai terjalin saat keempatnya berhasil mengalahkan pasukan Istana, bahkan mereka berempat dipanggil untuk menemui Raja.
Cerita mulai berkembang saat Kardinal, bersama Milady de Winter (Milla Jovovich), double agent yang cantik, menjalankan rencana jahatnya untuk mengadu domba Pernacis dan Inggris. Berkat kemampuannya, Milady berhasil mengambil permata Ratu untuk disimpan di London. Tuduhan pun akan mengarah pada Duke of Buckingham (Orlando Bloom). Harapan akan terjadinya perang hampir terwujud saat D'Artagnan dan Tiga Musketeers diminta Dayang Istana untuk mengambil kembali permata itu. Ya, demi menepis kecurigaan Raja, Ratu wajib memakai kalung permata pada pesta yang akan diadakan minggu depan. Bisakah?
Taktik dan strategi dirancang sedemikian rupa. Pertempuran tak bisa dihindari. Dendam terbalas, meski bukan tanpa balasan. Dengan balon udara yang dilengkapi meriam dan banyak senjata tangguh lainnya, perang di udara tidak bisa lebih seru lagi. Namun bagaimana jika lawan memiliki peralatan yang jauh lebih canggih?
Three Musketeers bukanlah kisah baru tapi film ini berhasil mengadaptasinya dengan sangat modern. Milady sukses menjadi pemanis yang seksi dan menggoda. Film ini menyajikan banyak adegan dengan begitu maksimal hanya saja durasi yang terbatas menjadikan beberapa seperti cuplikan yang terpotong begitu saja. Namun tetap tidak mengurangi keseruan film ini. Bagus dan wajib ditonton.

Jumat, 14 November 2014

Quantum of Solace (2008)

Starring: Daniel Craig, Judi Bench, Gemma Artenton, Olga Kurylenko, Mathieu Amalric

 
Kejar-kejaran antara James Bond (Daniel Craig) dengan banyak anak buah musuhnya menjadi pembuka yang menarik. Dilanjutkan dengan penangkapan dan interogasi terhadap sang musuh yang berhasil kabur dengan bantuan salah satu penasihat kepercayaan M (Judi Dench). Benar-benar menguji dan membuka mata bahwa orang terdekat bisa jadi pengkhianat.
Quantum of Solace merupakan sekuel dari seri sebelumnya Casino Royale. Jika pada seri sebelumnya James Bond kehilangan kekasihnya maka di film ini belum ada wanita yang mencuri perhatian Bond kecuali untuk urusan bisnis. Salah satunya adalah Fields (Gemma Artenton) yang diintruksikan oleh M untuk menemani Bond. Selain itu ada pula Camille (Olga Kurylenko) yang tiba-tiba datang menolong Bond tapi kemudian hampir membunuhnya.
Misi untuk mencari tahu organisasi milik Dominic Greene (Mathieu Amalric) yang mencurigakan dihentikan tiba-tiba, tepat saat Bond mulai menemukan keganjilan. Perseteruan antara M yang patuh perintah dan Bond yang tetap ingin melanjutkan, memaksa M untuk melepas agen kesayangannya Bersama Camille, Bond mulai mengumpulkan bukti kecurangan Greene. Dendam masa lalu menjadikan Camille kuat dan bersama Bond, ia berhasil membalaskannya. Adegan pengejaran bukan hanya di darat, tapi juga di laut dan udara. Bond seperti pahlawan serba bisa.
Sebagaimana film-film Bond yang selalu menampilkan kendaraan mewah, senjata dan peralatan super canggih, kali ini pun demikian. Terbang ke beberapa negara juga menjadi bagian dari serial 007. Demikian mungkin cara Bond menunjukkan bahwa ia seorang mata-mata berkelas. Meski banyak film serupa tapi ada fanatisme tersendiri yang membuat serial ini selalu dinanti dan tidak boleh dilewatkan.

Minggu, 27 Juli 2014

Alice in Wonderland (2010)

Starring: Mia Wasikowska, Leo Bill, Johnny Depp, Helena Bonham Carter, Anna Hathaway

Sejak kecil Alice Kingsleigh (Mia Wasikowska) sering bermimpi tentang hal-hal yang aneh, seperti kelinci berjas, kucing yang bisa tersenyum atau ulat berwarna biru. Setiap kali terbangun di tengah malam, ayahnya selalu menenangkannya dan mengatakan bahwa seburuk apapun, mimpi tidak akan menyakiti karena kita selalu bisa bangun kapan saja. 
Menjelang usia 20, dalam sebuah pesta, Alice dilamar Hammish (Leo Bill), putra dari teman mendiang ayahnya. Ibu, Kakak, dan semua yang hadir disana mendukung Alice untuk menerima lamaran itu. Tapi Alice tidak bisa segera menjawabnya, ia perlu waktu untuk berpikir, lagipula ia melihat kelinci aneh yang sering muncul di mimpinya. Alice mengikutinya hingga tanpa sengaja ia terjatuh masuk dalam sebuah liang.
Kisah perjalanan Alice di Negeri Ajaib pun dimulai. Ia melihat banyak hal yang aneh tapi nyata, karena kali ini Alice tidak sedang bermimpi. Semua makhluk di Negeri Bawah telah lama menanti kedatangan Alice. Namun, Alice terkejut saat melihat ikhtisar yang menggambarkan dirinya sedang membunuh seekor naga menyeramkan. 
Dari Mad Hatter (Johnny Depp), Alice mendengar cerita yang sebenarnya. Bahwa Negeri Bawah sedang mengalami krisis karena kekejaman Ratu Merah (Helena Bonham Carter). Di tempat lain Ratu Putih (Anna Hathaway) telah menyiapkan baju zirah untuk Sang Pemenang, tinggal menunggu kembalinya pedang Votal dan kedatangan Sang Pemenang.
Dipadu dengan unsur kartun yang pas, film ini sempurna. Kebaikan disertai tutur bahasa yang lembut membuat siapapun belajar dari Alice. Keberaniannya sungguh luar biasa. 
Lantas bagaimana Alice beserta makhluk Dunia Bawah menghadapi naga itu? Bisakah Ratu Putih mengalahkan Ratu Merah? Dan bagaimana cara Alice kembali ke dunianya? Film ringan tapi penuh makna ini mengajak kita ikut berimajinasi. Menarik dan sangat sayang untuk dilewatkan.

Senin, 21 Juli 2014

The Twilight Saga: Eclipse (2010)

Starring: Kristen Stewart, Robert Pattinson, Taylor Lautner, Bryce Dallas Howard, Ashley Greene

Satu gigitan bisa merubah seseorang menjadi vampir. Victoria (Bryce Dallas Howard) memanfaatkannya untuk membentuk pasukan vampir kelahiran baru. Tidak banyak yang tahu tapi kekuatan mereka berada di puncak karena masih ada darah manusia yang mengalir di tubuh mereka. 
Dalam seri ketiga ini Edward Cullen (Robert Pattinson) kembali meminta Bella Swan (Kristen Stewart) untuk menikahinya dan Bella tetap ingin dirinya dirubah sebelum menikah. Menjadi vampir bukan hal yang membanggakan, Edward sudah memperingatkannya tapi Bella tidak peduli. Kesepakatan pun dibuat, Edward hanya mau merubah Bella setelah mereka menikah. Setelah kelulusan. 
Diberitahu mengenai hal itu, Jacob (Taylor Lautner) bukan hanya sedih tapi juga marah. Ia pun bergegas menyatakan cintanya pada Bella, mengatakan bahwa ia jauh lebih baik dari Edward. Tentu saja Bella menolaknya. Cinta Bella hanya pada Edward, seharusnya Jacob tahu itu. 
Bukan hanya menceritakan tentang cinta segitiga antara Bella, Edward dan Jacob, tapi film ini juga mengingatkan tentang dendam yang belum terbalaskan. Victoria kembali datang dengan kekuatan baru. Beruntung Alice (Ashley Greene) memiliki mata batin yang luar biasa. Penglihatan Alice yang menunjukkan akan ada serangan dari pasukan vampir kelahiran baru yang memburu Bella merubah persaingan Edward dan Jacob menjadi kerjasama untuk melindungi Bella. 
Rencana pun dibuat sedemikian matang untuk menghadapi serangan pasukan bentukan Victoria. Seru sekali melihat keluarga Cullen dan Pakta Serigala bahu membahu mengalahkan musuh. Dan di tempat persembunyian, Edward menantang Victoria. Berhasilkah mereka? 
Pada seri ini cinta Edward diuji ketika Bella mengakui cintanya pada Jacob. Namun keyakinan Edward pada Bella jauh lebih besar. Beberapa saudara Edward berkisah tentang bagaimana mereka berubah menjadi vampir, yang sama sekali tidak membuat Bella berubah pikiran. Keinginannya tetap, bisa bersama Edward selamanya. Sangat indah.

Minggu, 13 Juli 2014

Pirates of the Carribean: Dead Man's Chest (2006)

Starring: Johnny Depp, Orlando Bloom, Keira Knightley, Bill Nighy, Tom Hollander

Hujan yang terjadi sesaat sebelum pernikahan seperti melengkapi kedukaan. Elizabeth Swann (Keira Knightley) dan calon suaminya, William Turner (Orlando Bloom), ditangkap dan diancam hukuman mati karena telah membantu membebaskan Kapten Jack Sparrow (Johnny Depp). Dalam negosiasi, disepakati bahwa hukuman mereka bisa ditangguhkan asal William bisa mengambil kompas milik Jack Sparrow. 
Di tengah lautan, Jack juga tengah dihadang kesulitan. Seseorang mengingatkannya tentang perjanjian dengan Davy Jones (Bill Nighy) yang jika diabaikan bisa mengancam nyawanya dan Pearl Black beserta isinya. Jack yang mulai khawatir meminta awak kapalnya untuk menuju daratan. Sialnya, di daratan mereka malah terjebak oleh suku lokal yang tidak bersahabat. Tapi keberuntungan ada di pihak Jack. Secara tidak sengaja, William datang untuk menyelamatkannya. 
Untuk mendapatkan kompas milik Jack Sparrow, William dipaksa mengambil kunci dari Davy Jones. Sosok kejam yang nyaris seperti mimpi buruk. Perjuangan yang sulit, William bahkan rela mempertaruhkan hidupnya demi kunci yang bisa membebaskan kekasihnya dari hukuman mati. Ia tidak mengetahui bahwa Elizabeth telah kabur untuk mencarinya.
Di Tortuga, Elizabeth berhasil menemui Jack Sparrow. Dan dengan cerdiknya Jack Sparrow memanfaatkan Elizabeth untuk menggunakan kompas miliknya agar bisa menemukan arah dimana peti yang dicarinya berada. Peti yang kuncinya sedang diambil William. Masalahnya Jack Sparrow bukan satu-satunya yang mengincar peti itu. Davy Jones juga menginginkannya, begitu pula Lord Beckett (Tom Hollander) yang bermaksud menguasai lautan dengan peti itu. Pertarungan dan kejar-kejaran pun berlangsung seru. Masing-masing punya kepentingan. Apa sebenarnya isi peti itu? 
Setelah menemukan dan membuka peti itu, perjuangan belum berakhir. Kraken masih menghantui hingga semua awak kapal terpaksa pergi kecuali Jack yang terperangkap dan tenggelam bersama Black Pearl. Bagaimana selanjutnya?
 Dari awal bisa dilihat banyak karakter-karakter unik bahkan monster laut yang menyeramkan di film ini. Banyak pula kejadian-kejadian menegangkan. Namun tidak sedikit kekonyolan dan drama di seri kedua film yang bisa dinikmati semua usia ini. Tidak berbeda dengan seri sebelumnya, film ini sangat imajinatif. Sangat menghibur.

Selasa, 08 April 2014

Mirror Mirror (2012)

Starring: Julia Roberts, Lily Collins, Army Hammer, Nathan Lane

Sebuah film yang diadaptasi dari kisah Putri Salju, yang ditinggal mati ibunya dan dibesarkan sendiri oleh ayahnya yang seorang Raja. Kebahagiaan selalu menyelimuti, sampai Sang Raja memutuskan menikah lagi dengan Ratu (Julia Roberts), yang cantik namun kejam. Entah bagaimana, hingga Sang Raja dipaksa pergi dan hilang di tengah hutan. Putri Salju (Lily Collins) pun tinggal di Istana dengan Ratu yang sewenang-wenang, yang iri akan kecantikannya, dan sangat ingin menyingkirkannya.
Di hari Ulang Tahunnya yang ke-18, Putri diberitahu salah seorang pelayan Istana agar keluar dan melihat keadaan rakyatnya. Di tengah perjalanan, di sebuah hutan, Putri bertemu dua pria yang ditawan yang kemudian ditolongnya. Belakangan diketahui bahwa salah satu pria tersebut adalah Pangeran Alcott (Army Hammer) dari Negara Valencia, yang ingin berkunjung dan menjalin kerjasama.
Sekembalinya ke Istana, Putri berubah menjadi lebih tegas. Di pesta yang digelar Ratu dengan memeras uang rakyat, Putri sempat meminta bantuan pada Pangeran. Kemudian Ratu mengetahui dan memutuskan untuk membunuhnya. Beruntung karena Brighton (Nathan Lane), asisten yang ditugasi membunuh Putri, melepaskannya di tengah hutan. Putri berlari hingga ia menabrak sesuatu dan pingsan, Dan ketika sadar, Putri sudah berada di tengah 7 manusia kerdil.
Tinggal di kediaman para Kurcaci, Putri belajar banyak, termasuk bagaimana cara bela diri. Putri pun mengajari teman-teman barunya itu agar tidak lagi mencuri, tapi bekerja sebagaimana mestinya.
Menarik bagaimana Sang Ratu menggunakan cermin sebagai alat memasuki ‘dunia lain’ dan berbicara dengan bayangannya sendiri, yang memiliki sihir sakti. Sihir itulah yang pernah digunakan Ratu untuk membujuk Raja agar menikahinya dulu. Dan sekarang terjadi lagi ketika Ratu ingin menikahi Pangeran. Pun ketika Ratu ingin benar-benar membunuh Putri.
Namun sihir hitam bukanlah jalan mencapai sukses, yang benar pasti menang. Dan Ratu harus menanggung konsekuensinya. Pada akhirnya kerajaan kembali berbunga, demikian pula hati Putri yang dengan restu ayahnya bisa menikah dengan Pangeran. What a very happy ending.